Camilan Pisang Mekar Sari Tembus Pasar Mancanegara

TRENGGALEK, kabarbisnis.com: Ribuan pohon pisang agung yang tertanam di Trenggalek dan Tulungagung, Jawa Timur, mengangkat gengsi Indonesia ke pasar camilan dunia.

Pisang agung itu menjadi bahan baku untuk camilan (snack) keripik pisang dan opak pisang. Dikemas dengan sembilan varian rasa, keripik dan opak pisang ini telah menembus pasar berbagai negara, mulai Singapura, Malaysia, Filipina, China, hingga Arab Saudi.

"Pasar camilan internasional menaruh minat besar terhadap camilan pisang. Ini dimungkinkan karena dominasi camilan kacang dan kentang sangat kuat, sehingga orang ingin mencoba camilan lain, seperti keripik pisang dan opak sebagai camilan alternatif," ujar Ida Widyastuti, pemilik rumah snack Mekar Sari, kepada wartawan, Senin (22/10/2012).

Ida menuturkan, volume ekspor ke Singapura, Malaysia, Filipina, China, dan Arab Saudi itu sejak awal tahun 2012. Pasar penganan tradisional pisang ini mampu diserap pasar internasional karena memenuhi unsur penampilannya dengan kemasan metalizer, memiliki bar-code, dan sertifikasi halal.

Camilan itu awalnya dipasarkan dengan kemasan berat bersih 60 mg, dengan varian rasa yakni balado, barbeque, pisang gurih, ayam bakar, dan schrimpt. "Kami membidik pasar modern hingga pasar tradisional," ujarnya.

Untuk pasar tradisional, sambung dia, terbagi wilayah Barat (Bandung, Bogor, Jakarta, Lampung) tiap minggu sebanyak 5 ton. Sedangkan distribusi untuk ke wilayah timur yakni pasar tradisional Bali sebanyak 5 ton per minggu.

Kemasan kripik pisang yang dipasarkan di tanah Air dibungkus dalam kemasan 5 kg kantong plastik besar. Dari kemasan 5 kg itu, sesampainya di pasar tradisional Bali dan wilayah Barat dipecah-pecah oleh pedagang setempat dalam berbagai kemasan.

"Cita rasa lidah masyarakat Indonesia tak jauh beda dengan lidahnya orang Singapura, Malaysia, atau Filipina. Karena itu, pasar mancanegara ikut merespons tinggi camilan pisang agung ini," tambah Ida yang beberapa kali meraih prestasi di antaranya Pangan Award 2012 dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Green Entrepreuner Majalah Femina 2012, Ernst & Young Enterpreneurial Woman 2012, Wanita Inspiratif 2011 dari tabloid Nova, dan sederet prestasi lain.

Bahan baku pisang agung yang dimiliki rumah snack Mekar Sari saat ini terhampar di atas lahan 200 hektare di Trenggalek dan Tulungagung. Pihaknya melakukan budidaya pisang agung dengan sistem plasma di kedua kabupaten itu. Hasil panen pisang agung dibeli oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mekar Sari di Trenggalek.

Sukses bisnis keripik pisang dan opak pisang itu membuat para petani bangga atas hasil tanaman mereka. Karenanya, para petani pisang Agung Trenggalek menobatkan anugerah kepada Ida Widiastuti, pengusaha rumah snack Mekar Sari, sebagai Ratu Pisang (Queen of Banana), di Trenggalek, pada Sabtu (13/10/2012)

© 2012 Mekarsari Snack. All Rights Reserved. Powered by Web Design Development Surabaya.